Festival Kerukunan “Rukun Bareng Bumi Seneng” Desa Plajan Resmi Dibuka Wujud Harmoni dan Kepedulian Lingkungan Melalui Kerja Bakti dan Aksi Ekoteologi

Admin Berita 23 Oct 2025 392 kali dibaca
Festival Kerukunan “Rukun Bareng Bumi Seneng” Desa Plajan Resmi Dibuka Wujud Harmoni dan Kepedulian Lingkungan Melalui Kerja Bakti dan Aksi Ekoteologi

Festival Kerukunan “Rukun Bareng Bumi Seneng” Desa Plajan Resmi Dibuka Wujud Harmoni dan Kepedulian Lingkungan Melalui Kerja Bakti dan Aksi Ekoteologi

Jepara, 23 Oktober 2025 — Suasana penuh kebersamaan mewarnai pembukaan Festival Kerukunan “Rukun Bareng Bumi Seneng” yang digelar di Balai Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jepara, dan Petinggi Desa Plajan.

Festival ini menjadi wujud nyata semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Desa Plajan, yang dikenal sebagai salah satu desa dengan keragaman keyakinan yang hidup rukun berdampingan.

Kerja Bakti dan Aksi Ekoteologi: Simbol Kebersamaan dan Cinta Lingkungan


Rangkaian kegiatan pembuka festival diawali dengan kerja bakti bersih-bersih rumah ibadat yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah Desa Plajan, IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Kemenag Jepara, PKUB, Karang Taruna, hingga pengurus rumah ibadat dari berbagai agama.

Selain kerja bakti, peserta juga melaksanakan aksi ekoteologi dengan melakukan penanaman pohon pomelo dan manggis di sekitar lingkungan desa. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara spiritualitas, kepedulian sosial, dan pelestarian alam selaras dengan semangat tema besar festival, yaitu “Rukun Bareng, Bumi Seneng”.

Dalam sambutannya, Kepala PKUB Kemenag RI mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Plajan yang berhasil menjadikan kerukunan sebagai budaya hidup sehari-hari.“Kerukunan tidak hanya diwujudkan dalam doa dan kata-kata, tetapi dalam tindakan nyata seperti yang dilakukan hari ini gotong royong lintas iman dan kepedulian terhadap alam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Jepara menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi model nyata praktik moderasi beragama di tingkat akar rumput.“Desa Plajan menunjukkan bahwa harmoni bisa tumbuh dari tindakan sederhana, seperti membersihkan rumah ibadah bersama dan menanam pohon untuk masa depan yang lebih hijau,” ungkapnya.

Petinggi Desa Plajan juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak yang telah menjadikan desa mereka sebagai contoh kehidupan rukun yang berkelanjutan.

“Semoga semangat ‘Rukun Bareng Bumi Seneng’ terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Jepara dan Indonesia,” tuturnya.