Kepala PKUB: Dialog Lintas Peradaban Adalah Kunci Perdamaian Dunia

Admin Berita 11 Nov 2025 265 kali dibaca
Kepala PKUB: Dialog Lintas Peradaban Adalah Kunci Perdamaian Dunia

Kepala PKUB: Dialog Lintas Peradaban Adalah Kunci Perdamaian Dunia

Jakarta, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama, Muhammad Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D., menegaskan pentingnya memperkuat dialog lintas peradaban sebagai kunci membangun perdamaian dunia. Hal itu ia sampaikan dalam luncheon World Peace Forum ke-9 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).


Forum internasional yang diselenggarakan oleh Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) bersama Cheng Ho Multi Culture Education Trust itu mengusung tema One Destiny, One Responsibility: Considering Wasatiyyat and Tionghua for Global Collaboration. Menurut Gus Adib, tema ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas budaya dan nilai dalam menghadapi krisis global yang ditandai oleh polarisasi dan ketegangan identitas.


“Dialog bukan pilihan, melainkan kebutuhan bagi masa depan bersama,” ujar Gus Adib yang hadir mewakili Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. Ia menjelaskan, nilai-nilai Wasathiyyat Islam seperti moderasi, keseimbangan, dan keadilan, sejalan dengan filosofi Tionghoa yang menekankan penghormatan, welas asih, dan koeksistensi. Kedua tradisi ini, menurutnya, memberikan landasan spiritual dan kultural untuk membangun dunia yang damai.


Gus Adib juga menegaskan bahwa Kementerian Agama berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai pusat harmoni antaragama dunia. Prinsip Wasathiyyat Islam, kata dia, telah menjadi fondasi program moderasi beragama yang kini dikembangkan secara global. “Indonesia adalah rumah bersama bagi seluruh umat beragama. Dari sinilah kita ingin berkontribusi bagi perdamaian dunia,” tuturnya.


Ia menambahkan bahwa forum seperti World Peace Forum berperan penting dalam memperkuat diplomasi kemanusiaan lintas bangsa. PKUB sendiri, katanya, terus memperluas jejaring kerukunan melalui program seperti Desa Sadar Kerukunan, Early Warning System SiRukun, dan Youth Harmony sebagai wadah generasi muda lintas agama.


“Dunia membutuhkan lebih banyak jembatan, bukan tembok. Dari pertemuan ini kita belajar bahwa perdamaian adalah tanggung jawab kita semua,” ujar Gus Adib menutup pernyataannya.