PKUB dan Pesantren Ekologi Al Mizan Wanajaya Gelar Kegiatan Penguatan Peran Pemuda Lintas Agama di Majalengka

Admin Berita 07 Nov 2025 198 kali dibaca
PKUB dan Pesantren Ekologi Al Mizan Wanajaya Gelar Kegiatan Penguatan Peran Pemuda Lintas Agama di Majalengka

PKUB dan Pesantren Ekologi Al Mizan Wanajaya Gelar Kegiatan Penguatan Peran Pemuda Lintas Agama di Majalengka

Majalengka, Jumat, 7 November 2025 Upaya memperkuat peran generasi muda dalam merawat kerukunan umat beragama terus digalakkan di berbagai daerah. Salah satunya melalui kegiatan bertajuk “Pemuda sebagai Pelaku Perubahan Kerukunan” yang diselenggarakan di Pesantren Ekologi Al Mizan Wanajaya, Majalengka, pada Jumat (7/11). Acara ini menjadi ruang pertemuan bagi 100 peserta yang terdiri dari pemuda lintas agama, tokoh agama, serta perwakilan penyandang disabilitas, untuk bersama-sama meneguhkan komitmen kebangsaan, toleransi, dan solidaritas sosial.

Kegiatan dibuka oleh Romi Rasyad Mahdi dari Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Romi menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga harmoni sosial di tengah arus perubahan yang cepat, terutama di era digital yang sarat dengan potensi misinformasi dan polarisasi.

“Kerukunan adalah tugas bersama, bukan hanya tanggung jawab tokoh agama atau pemerintah. Pemuda hari ini bukan lagi pengamat, melainkan pelaku perubahan. Di Majalengka, mari kita buktikan bahwa data provinsi bisa diubah dengan aksi sosial yang nyata,” tegas Romi di hadapan peserta.

Acara ini menghadirkan KH. Maman Imanulhaq, M.M, anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus pengasuh Pesantren Ekologi Al Mizan, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, KH. Maman menyoroti bahwa Indonesia adalah bangsa plural, terdiri dari banyak agama, etnis, dan budaya. Ia menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan faktor fundamental bagi stabilitas sosial, politik, dan pembangunan nasional.

“Kita masih menghadapi tantangan berupa intoleransi dan pelanggaran kebebasan beragama. Karena itu, kita perlu memperkuat kolaborasi lintas iman dan lintas generasi. Pesantren harus menjadi laboratorium perdamaian, tempat nilai-nilai spiritual dan ekologis tumbuh bersama dalam keseimbangan,” ujar KH. Maman.

Pesantren Ekologi Al Mizan dikenal sebagai ruang pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Melalui pendekatan ekoteologi, pesantren ini mengajarkan bahwa menjaga bumi dan menjaga kerukunan sesama manusia adalah dua hal yang tidak terpisahkan.

Selain diskusi dan refleksi bersama, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon simbolik sebagai tanda komitmen menjaga harmoni antarumat sekaligus harmoni dengan alam. Para peserta, termasuk komunitas muda lintas agama dan penyandang disabilitas, menunjukkan semangat inklusif dan kolaboratif untuk mewujudkan Majalengka sebagai daerah yang rukun dan ramah bagi semua.

Dengan semangat “Waktunya Bergerak”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemuda Majalengka untuk mengambil peran nyata dalam memperkuat toleransi. Kerukunan bukan hanya wacana, tetapi aksi bersama yang diwujudkan melalui kerja sosial, dialog lintas iman, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.