Staf Ahli Menag Tekankan Pentingya Kearifan Lokal pada Kerukunan Umat Beragama

Admin Berita 06 Nov 2025 261 kali dibaca
Staf Ahli Menag Tekankan Pentingya Kearifan Lokal pada Kerukunan Umat Beragama

Staf Ahli Menag Tekankan Pentingya Kearifan Lokal pada Kerukunan Umat Beragama

Medan – Staf Ahli Menag Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan Prof. Iswandi Syahputra, M.Si., menegaskan pentingnya peran kearifan lokal dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama di Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan dialog kerukunan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Utara, Rabu (05/11/2025).

Dialog kerukunan tersebut turut menghadirkan Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Utara H. Ahamd Qasbi, S.Ag., M.M., Plt. Kasubbag Plt. Kabag Tata Usaha Dr. H. Muksin Batubara, M.Pd., sejumlah Kepala Bidang, Pembimas lintas agama, Pengurus FKUB Provinsi Sumatera Utara, FKUB Kota Medan, FKUB Kabupaten Deli Serdang, dan FKUB Kota Binjai.

Menurut Staf Ahli Iswandi Syahputra, diperlukan inovasi pendekatan baru dalam penguatan kerukunan yang mampu menyerap dan menganalisis nilai-nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat. “Di Sulawesi Selatan khusunya masyarakat Bugis terdapat filosofi-filosofi lokal seperti sipakatau, sipakalebbi, dimana dapat berkontribusi dalam penguatan kerukunan dan kehidupan beragama.” Jelas Staf Ahli.

Iswandi juga menambahkan pandangan reflektifnya tentang pentingnya menyikapi perbedaan dengan bijak. “Ketika kita merasa kaya dengan perbedaan, Kita juga harus memperkaya metode-metode persatuan. Salah satu caranya dengan mencari, menemukan, dan menganalisis menggunakan kearian lokal setempat.” ungkapnya.

Lebih lanjut, Iswandi menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai komitmen Kementerian Agama terhadap implementasi Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming. “Pertemuan ini merupakan bagian dari implementasi sekaligus pengukuran capaian kinerja dari Asta Protas Kementerian Agama nomor satu, yaitu Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan yang selaras dengan Asta Cita nomor delapan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Utara Ahmad Basqi berharap kegiatan dialog kerukunan tersebut mampu meningkatkan sinergi antara Kemenag dan lembaga terkait dalam kerukunan umat beragama. “Kegiatan ini dapat membawa energi baru dalam meningkatkan harmonis antar umat beragama di Sumatera Utara dimana merupakan bagian dari Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas oleh Menag Agama,” katanya.