Staf Khusus
Menteri Agama (Menag) RI Bidang Kerjasama Luar Negeri, Kerukunan, Pelayanan
Agama, dan Pengawasan, Gugun Gumilar, resmi menyandang gelar Doctor of
Philosophy (PhD) dari Eropa. Pencapaian akademis tertinggi ini ia raih setelah
mengikuti upacara wisuda di Dublin City University (DCU), Irlandia, pada
Rabu (22/10/2025) waktu setempat.
Keberhasilan
Gugun meraih gelar doktor di bidang Filsafat dan Teologi ini bukan
sekadar prestasi pribadi, tetapi juga penambahan kapasitas intelektual yang
signifikan bagi jajaran Kementerian Agama (Kemenag). Ia lulus dengan predikat
istimewa, yakni Cumlaude atau lulusan terbaik, setelah menjalani studi
S3 dengan beasiswa penuh dari DCU sejak 2018.
Saat ini,
Kemenag memiliki aset sumber daya manusia yang teruji secara akademis dan
diplomatik di kancah global. Ilmu yang Gugun peroleh dari Dublin, khususnya
yang berkaitan dengan filsafat dan studi agama, secara langsung relevan dengan
tugasnya memajukan kerukunan umat beragama dan memperluas kerjasama luar
negeri. Latar belakang pendidikannya memperkuat visi Indonesia sebagai model
harmoni global.
Mengaplikasikan
Ilmu Eropa untuk Kerukunan Nasional
Selama berada
di Dublin, Gugun Gumilar aktif mengukir prestasi non-akademis yang menunjukkan
kontribusi positif Indonesia dalam dialog antarbudaya. Ia pernah dipercaya
menjabat sebagai Duta Kampus “Intercultural Ambassador” pada 2020.
Pengalaman ini membuktikan kemampuannya menjadi jembatan antara budaya
Indonesia dengan komunitas internasional, sebuah peran krusial bagi seorang
stafsus bidang kerukunan.
Selain itu,
Gugun juga sempat mengaplikasikan keahliannya di lingkungan akademis DCU. Ia
pernah menjadi Dosen Bahasa Indonesia (2019-2020) dan kemudian menjabat sebagai
Dosen Studi Agama (2021-2023) di universitas tersebut. Pengalaman
mengajar ini memberikan Gugun perspektif mendalam mengenai bagaimana isu-isu
agama dibahas dan dipraktikkan di Eropa.
Meskipun secara
administrasi ia telah lulus sejak 2023, Gugun akhirnya dapat menghadiri prosesi
wisuda resminya tahun ini. Latar belakang pendidikannya dimulai dari UIN Gunung
Djati Bandung (S1) dan dilanjutkan di Hartford International for Peace and Religion
(HIU), Amerika Serikat, untuk gelar masternya.
Pencapaian
doktor di Dublin ini menegaskan komitmen Kemenag untuk terus mencetak generasi
pemimpin yang tidak hanya berwawasan nasional, tetapi juga berkapasitas global.
Dengan bekal keilmuan tinggi dan jaringan internasional, Gugun Gumilar
diharapkan dapat semakin memperkuat upaya diplomasi keagamaan Indonesia dan
menjadikan kerukunan umat beragama sebagai salah satu pilar kebijakan luar
negeri negara ini. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran
Kemenag untuk meningkatkan kualitas diri demi kemajuan bangsa.